Sabtu, 03 September 2016

Profil Direktur Utama PGN: Hendi Prio Santoso PGN

Saat menghubungkan pembicaraan dengan suatu perusahaan publik yang bergerak di bidang distribusi dan pengangkutan gas bumi, yaitu PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., nampaknya sosok seorang Hendi Prio Santoso PGN tidak dapat dilupakan begitu saja. Ya, alih-alih meneruskan pembicaraan mengenai ruang lingkup perseroan yang sejak tahun 2003 berganti nama resmi menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. ini setelah meramaikan saham di Bursa Efek Indonesia, sepertinya Anda akan betah berlama-lama membicarakan sosok penting di balik layar PT PGN ini. Namun, tidak hanya perannya sebagai Direktur Utama PGN yang akan membuat Anda terkejut-takjub, melainkan juga karena terobosan dan pencapaiannya selama menjabat menjadi Direktur Utama yang telah membuktikan kapasitasnya sebagai seorang pemimpin.

Mengenal Hendi Prio Santoso PGN
Nama Hendi Prio Santoso PGN menjadi cukup mencuat dan lebih populer setelah menghiasi nama bursa calon pengganti Direktur Utama PT Pertamina—Galalia Karen Agustiawan, bahkan sempat disebut-sebut sebagai calon pengganti yang paling kuat dan paling bersih, dibuktikan dengan kiprahnya di bidang gas bumi dan ekonomi nasional. Tidak hanya aspek tersebut yang menjadikan namanya mencuat, pria kelahiran Jakarta, 5 Februari 1967 ini pun telah mampu membuktikan kinerjanya sebagai seorang Direktur Utama dengan berhasil membukukan laba bersih perusahaan hingga Rp 5.93 triliun, bahkan di tahun ketiganya menjabat sebagai seorang pemegang kebijakan di PGN, yaitu terhitung sejak 13 Juni 2008.

Terobosan Hendi Prio Santoso PGN
Kapasitas pemimpian seorang Hendi Prio Santoso PGN pun dibuktikan dengan kerja nyata berupa rencana pembangunan infrastruktur berupa jalur pipa ke seluruh wilayah Indonesia—dari ujung Sumatera hingga Bali, untuk memperluas distribusi gas bumi. PGN sendiri memang sebuah perusahaan publik yang mengoperasikan jalur pipa distribusi gas yang menyuplai gas bumi ke berbagai wilayah di Indonesia, yaitu meliputi pembangkit listrik, industri, usaha komersial berupa restoran, rumah sakit, dan hotel, serta wilayah dengan padat penduduk. Jalur pendistribusian PGN melalui suatu pipa transmisi bertekanan tinggi yang tersebar hingga sepanjang lebih dari 3.750 km di bawah laut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar